Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak.

December 31, 2008 · Filed Under Tips & Info · Comment 

Jangan sepelekan kebutuhan tidur, terutama pada anak. Karena, saat tidur pertumbuhan otak anak khususnya balita (bayi di bawah lima tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Menurut Dr Liniyanti D Oswari MNS MSc, dosen biokimia FK Unsri pada seminar gaya hidup sehat beberapa waktu lalu, masalah gangguan tidur tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh negara seperti Beijing, Cina dan lainnya. Anak dikatakan mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang nyenyak, selalu rewel, dan menangis.

“Namun sayang, banyak orangtua yang belum menyadari bahwa tidur berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan anaknya,” ujarnya. Liniyanti sapaan akrab perempuan ini mengatakan, besaran jumlah jam tidur anak, disesuaikan dengan tingkatan umurnya. Untuk bayi baru lahir biasanya tidur selama 16-20 jam perhari. Bayi usia 2-12 bulan jumlah waktu tidurnya mencapai 9-12 jam pada malam hari dengan tidur siang 1-4 kali sehari. Sedangkan anak usia 12 bulan sampai 3 tahun, biasanya tidur 12-13 jam sehari dengan rata-rata tidur siang satu kali saja. Kalau anak berusia 6 tahun membutuhkan tidur 10 jam perhari dan biasanya anak usia ini dapat tidak membutuhkan tidur siang lagi.

“Lalu untuk anak remaja yakni usia 12 tahun keatas memerlukan sekitar 9 jam untuk tidur atau istirahat. Perlu diingat orang yang tidur 8 sampai 9 jam semalam mempunyai hasil kerja jauh lebih baik daripada orang-orang yang tidur kurang atau lebih dari 9 jam,” ungkapnya. Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak. Faktor pertama terkait dengan masalah fisik seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran nafas, saluran kemih, otot atau tulangnya.

“Makanan dan minuman juga berpengaruh. Bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Dan jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur balita,” ujarnya seraya menambahkan faktor lainnya adalah masalah psikis terkait dengan tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktivitas dan faktor lingkungan. Sementara itu pada orang dewasa, katanya ada beberapa tanda jika ia kekurangan tidur. Antara lain adanya gangguan emosi. Dimana emosi orang yang kurang tidur akan semakin tinggi,” ujar Yanti sapaan akrab perempuan ini.

(bersambung kebagian 2)

Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak (bagian 2).

December 31, 2008 · Filed Under Tips & Info · Comment 

Lanjutan..

Selain gangguan emosi, katanya tanda lainnya jika seseorang kekurangan tidur yaitu tungkai kaki keram, dan bicara yang tidak teratur. Kemudian tanda lainnya berupa ketidakmampuan mata fokus dan kepribadian kacau. “Untuk mengatasi masalah tidur ini adalah baiknya mulai dari sekarang kita harus memperhatikan kebutuhan tidur atau istirahat. Perlu diingat juga bagi mereka yang ada gangguan tidur sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi, coklat, dan teh. Yang terpenting lagi jangan tidur siang,” sarannya.

Tak hanya memperhatikan kebutuhan tidur, ada baiknya seseorang perlu berlibur bersama keluarga. ini dimaksud untuk penyegarkan dari pekerjaan dan tugas rutin. Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur, terutama pada anak. Salah satunya dengan memperhatikan kondisi kenyamanan ruang tidur anak. Orangtua, lanjutnya juga harus mengenali atau mengindentifikasi serta mengatasi gangguan fisik dan psikis pada bayi dan batita. Lalu pastikan kenyamanan ruang tidur atau lingkungan tidur bayi atau batita.

“Dengan ventilasi yang baik dan suhu udara yang sesuai, dan suasana tenang anak akan merasa nyaman dan nyenyak untuk tidur,” bebernya. Kemudian, pastikan juga bayi diantar tidur pada keadaan perut kenyang dan tubuh bersih. Perkenalkan kebiasaan tidur yang baik sejak dini, dengan menerapkan rutinitas tidur secara konsisten dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. (21)

(Sumatera Ekspres, Rabu, 31 Desember 2008)

Tidur Lama, Tetap Ngantuk (Bagian 1).

December 7, 2008 · Filed Under Kesehatan · Comment 

Pernahkah merasakan kantuk berlebih pada siang hari, padahal tidur ketika malam?. Bila kondisi begitu sering terjadi, biasanya disertai dengan sulit berkonsentrasi, sering lupa, sakit kepala, dan mudah marah, bisa jadi Anda mengalami gangguan tidur yang disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau henti nafas saat tidur. “Penyakit itu terjadi karena saluran nafas tertutup lebih dari sepuluh detik saat tidur.” ungkap Dr Wiyono Hadi SpTHT, Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok Rs PHC Surabaya.

Penderita OSA biasanya tidak menyadari penyakit tersebut. Sebab, gangguan tersebut terjadi saat penderita sedang tidur. Jadi, dia tahu tidur seperti biasa. Hanya, dia sering tetap ngantuk saat siang. Salah satu cara untuk mengetahui gangguan tersebut adalah bertanya kepada orang lain, Anda mendengkur atau tidak saat tidur. Menurut Wiyono, gejala yang mudah diketahui dari penyakit tersebut memang mendengkur saat tidur. Meskipun tidak semua orang yang mendengkur mengidap sleep apnea.

“Volume dengkur penderita biasanya tinggi, bahkan sampai terbangun karena tersedak atau batuk-batuk,” tambahnya. Kalau gejala itu ditemukan, dianjurkan periksa ke dokter. Kalau perlu, Anda harus melakukan pemeriksaan polisomnografi dilaboratorium tidur. Polisomnografi, papar Wiyono, menjadi standar dalam mendiagnosis OSA. Alat yang dipasang saat tidur itu meliputi perekam aliran udara nafas, gerakan nafas, EEG, EMG, EOG, EKG, saluran oksigen, dan posisi badan. Idealnya, polisomnografi dilakukan dalam sebuah laboratorium tidur selama semalam penuh dan dipantau dokter/perawat.

“Hasil yang muncul adalah jumlah henti nafas tiap jam dan kadar oksigen dalam darah. Dengan begitu, diketahui pasien mengidap OSA atau tidak,” jelas Wiyono. Alternatif lain adalah apnea screening yang lebih murah. Namun, pemeriksaan itu kurang lengkap Sehingga, pada beberapa kasus, pasien akhirnya harus diperiksa lagi dengan polisomnografi. Wiyono menambahkan, dua tahun terakhir, kian banyak rumah sakit di Indonesia yang membeli polisomnografi. Sebab, pasien makin tahu tentang OSA dan dampaknya atas aktifitas penderita. “Penderita OSA selalu kuran tidur meski tidur cukup lama. Sebab, proses tidurnya terpotong-potong akibat periode henti nafas yang berkali-kali terjadi,” terangnya.

(Ke Bagian 2)

Tidur Lama, Tetap Ngantuk (Bagian 2).

December 7, 2008 · Filed Under Kesehatan · Comment 

Lanjutan..

Karena kondisi tersebut, penderita OSA dua kali berisiko mengalami kecelakaan kerja atau lalu lintas. Studi lain menyatakan bahkan menyatakan OSA sebagai salah satu kriteria untuk menyatakan seseorang tidak mampu bekerja. “Penderita OSA kadang memang tidak berani lagi berkendaraan karena dianggap punya hobi nabrak,” ucap dia. Banyak juga penderita yang dicap sebagai pemalas akibat kantuk berlebihan yang mendera. Wiyono mengingatkan, OSA bisa berdampak serius atas kesehatan penderita. Misalnya, bisa memicu hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes, impotensi, dan kematian mendadak. “Sekedar contoh, gangguan nafas saat tidur itu bisa membuat kandungan oksigen dalam darah turun. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan resistensi insulin. Kalau itu terjadi, penderita rawan diabetes,” bebernya.

Umumnya, lanjut Wiyono, pembuntuan saluran nafas pada penderita OSA disebabkan kelainan anatomi. Misalnya, jaringan langit-langit lunak terlalu lunak, lidah besar, dan tulang hidung membuntu, atau amandel dan adenoid membesar. Faktor lain, diantaranya, kelebihan berat badan, konsumsi alkohol, dan merokok. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami OSA. Umumnya, OSA pada anak-anak disebabkan amandel dan adenoid yang membesar. Kondisi itu membuat pasokan oksigen berkurang pada malam hari. “Dampaknya, anak cenderung mengalami gangguan perilaku, sulit berkonsentrasi, hingga prestasi sekolah menurun,” ungkapnya. (dio/soe)

Madu Lebih Hebat Dari Obat Batuk.

September 25, 2008 · Filed Under Tips & Info · 2 Comments 

Siapapu pasti tahu, madu bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai macam gejala penyakit ringan. Dan kini, eksistensi madu semakin kuat dengan hasil riset para peneliti dari Pennsylvania State University di Hershey, Amerika Serikat, belum lama ini. Menurut temuan itu, madu terbukti efektif meringankan batuk pada anak-anak dan membantu mereka tidur nyenyak dimalam hari. Pengobatan dengan madu bahkan lebih baik dibanding sirup obat batuk yang mengandung dextromethorphan.

“Hasilnya begitu meyakinkan sehingga kami dapat menyatakan dengan jelas bahwa madu lebih baik ketimbang dextromethorphan atau tanpa pengobatan sama sekali,” ungkap Dr Ian M Paul, salah satu peneliti. “Banyak keluarga terkait dengan temuan ini dan mereka akan mengatakan bahwa nasehat nenek benar adanya,” tambah Ian M Paul yang mempublikasikan hasil studi ini dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine edisi Desember 2007 lalu.

Sejauh ini, pengobatan untuk batuk yang disebabkan ISPA atau pilek biasa belum ada yang benar-benar efektif. Walaupun dextromethorphan banyak digunakan, tetapi belum ada bukti bahwa obat ini benar-benar manjur. Beberapa dokter anak yang membaca hasil studi ini merekomendasikan bahwa madu dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi batuk pada anak. Namun mereka menyarankan, sebaiknya madu tak diberikan pada anak dibawah satu tahun karena beresiko mengalami botulism atau keracunan.

Dalam studinya, para peneliti melibatkan 105 anak pengidap infeksi pernapasan atas pada sebuah klinik diPennsylvania. Para orang tua anak ini diberi masing-masing sebuah kantong berisi obat beserta petunjunk dosisnya. Sebagian kantong tidak dilengkapi obat. Beberapa kantong berisi obat dextromethorhan dengan aroma madu, sedang lainnya berisi madu dengan dosis serupa. Para peneliti mengumpulkan data mengenai gejala batuk serta tidur anak-anak dari orang tua mereka, baik sebelum maupun pasca pengobatan. Seluruh anak mengalami kemajuan, tetapi yang mengonsumsi madu secara konsisten mencatat rata-rata scor tertinggi dalam penurunan frekuensi dan tingkat keparahan batuk mereka. Anak yang minum madupun mengalami perbaikan dalam kualitas tidur mereka. (cnc)

Hello world!

September 6, 2008 · Filed Under Uncategorized · 1 Comment 

Welcome to Indoweblog.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

FireStats icon Powered by FireStats